Trip to gunung guntur – papandayan (Part 1)
Catat aktifitasmu, mungkin bermanfaat bagi orang lain !.
Kali ini saya mau nge-shared tentang trip ke Guntur dan Papandayan. yang notabene terletak di teritorial Garut, jawa barat.
3 minggu sebelum keberangkatan saya mengontak beberapa teman untuk berangkat mengunjungi gunung guntur dan papandayan. Dari beberapa teman yang fix untuk berangkat hanya 1 orang yang siap untuk berangkat yaitu cheppy. oke no problem karena cheppy sudah berpengalaman dalam hal naik gunung. 3 minggu persiapan fisik-pun dilakukan mulai dari jogging sampai dengan olahraga ringan.
Rencana perjalanan ditetapkan tanggal 25 – 27 Mei 2014, dimulai dari gunung guntur kemudian papandayan, Guntur dipilih karena menurut beberapa info yang didapat track guntur cukup menguras tenaga, sedangkan guntur relatif mudah dan landai.
<a href=”https://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6680.jpg”><img class=”wp-image-439 size-medium” src=”http://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6680.jpg?w=300″ alt=”Basecamp pendakian Guntur” width=”300″ height=”225″ /></a> Basecamp pendakian Guntur
setelah memperhitungkan dan mempersiapkan segala rencana dan logistik perlengkapan, hari H tiba,Pukul 06.00 WIB, Minggu 25 Mei 2014, saya dan cheppy berangkat dari bandung menuju desa pananjung, garut. jalanan dari bandung-cibiru-cileunyi-rancaekek-nagreg-kadungora-leles-garut, kemudian sebelum sampai ke garut kota ambil jalur ke cipanas. di jalan kebetulan ada tukang nasi kuning, kita sarapan dulu, persis diseberang kita makan nasi kuning ternyata ada plang tulisan desa pananjung, yang mengarah ke jalur pendakian via citiis. setelah selesai sarapan dan bungkus 1 buat diperjalanan pendakian. kita cabut menuju rumah pak RW atau POS pendakian gunung guntur. dari jalan raya cipanas kira-kira sekitar 10 menit.
disini kita bisa menitipkan kendaraan, kemudian lapor ke pak RW mengisi buku tamu dan membayar retribusi yang tidak dipatok besaran nominalnya, kalau saya kasih Rp. 10.000,- untuk berdua dengan cheppy. setelah ngobrol-ngobrol dengan petugas POS basecamp pendakian sekitar 15 menit, tepatnya Pukul 09.10 WIB, kita berangkat dengan cara menumpang mobil truk pengangkut pasir dan batu yang memang banyak lewat untuk mengangkut hasil tambang di kaki gunung guntur.
<a href=”https://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6499.jpg”><img class=”size-medium wp-image-413″ src=”http://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6499.jpg?w=300″ alt=”Cheppy dan anak asuhnya…hehehe” width=”300″ height=”225″ /></a> Cheppy dan anak asuhnya…hehehe
diatas bak mobil ternyata ada rombongan remaja ABG yang ingin ke curug citiis, sekitar 10 menit mobil berhenti ditengah jalan, ternyata mobil hanya sampai disini. ya apa boleh buat perjalanan menuju curug citiis dilanjutkan dengan jalan kaki dan masih jauh dari curug citiis.
<a href=”https://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6498.jpg”><img class=”aligncenter size-medium wp-image-412″ src=”http://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6498.jpg?w=225″ alt=”SAM_6498″ width=”225″ height=”300″ /></a>
sekitar 1 jam setengah pukul 10.45 WIB akhirnya sampai juga di curug citiis, ternyata ramai juga kalau hari minggu walaupun aksesnya cukup jauh, dan tidak bisa dilewati kendaraan umum maupun pribadi. rata-rata pengunjungnya adalah ABG. saya dan cheppy berhenti sejenak untuk mengisi air ke galong ukuran 5 liter yang dibawa oleh cheppy.
<a href=”https://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6502.jpg”><img class=”size-medium wp-image-414″ src=”http://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6502.jpg?w=300″ alt=”Ambil Air curug citiis” width=”300″ height=”225″ /></a> Ambil Air curug citiis
saat mengambil air saya ketemu sama seorang laki-laki kira-kira umurnya 25 tahun, badannya tegap membawa tas selempang yang terbuat dari kulit dan menenteng botol Aqua 1 liter, sambil menunggu cheppy mengambil air, saya ngobrol-ngobrol dengannya, si doi ternyata dari garut saya dan dari pecinta alam daerah garut dan sering ke puncak guntur, dan sekarang dia mau naik ke puncak. Saya pun sedikit aneh wow dengan tas selempang dan sebotol aqua mau naik puncak guntur yang medannya lumayan yahuddd, hebat bener nih orang. Ah biarin lah toh segala resiko ditanggung oleh dia. Ngapain mikir yang aneh.
<a href=”https://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6503.jpg”><img class=”wp-image-415 size-medium” src=”http://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6503.jpg?w=225″ alt=”SAM_6503″ width=”225″ height=”300″ /></a> Keluar dari hutan citiis
Pukul 11.00 WIB pendakian dari curug citiis menuju puncak dilanjutkan, dan terlihat didepan kejauhan banyak pendaki yang lalu lalang ada yang turun dan ada yang naik, tak jarang di tengah jalan kami bertemu pendaki yang turun dari puncak. Pukul 11.30 WIB kami keluar dari hutan citiis dan mulai bergumul ria dengan padang ilalang dan medan berbatu kerikil, namun belum terlalu menanjak,
Pukul 12.00 WIB kami brerhenti karena adzan dzuhur dan cuaca tengah hari bolong yang sangat panas. Ngobrol naglor ngidul dengan cheppy sambil nyemil gula merah sebagai penambah energi,
<a href=”https://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6517.jpg”><img class=”wp-image-420 size-medium” src=”http://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6517.jpg?w=225″ alt=”Eksis dulu bray” width=”225″ height=”300″ /></a> Eksis dulu bray
Sekitar 1 jam tepatnya Pukul 13.00 WIB perjalanan dilanjutkan. ditengah jalan saya bertemu dengan laki-laki yang tadi ngobrol di curug citiis, dia terlihat seperti kelelahan, sambil memukul-mukul ringan botol aqua kosong ke kepalanya, nah loh terasa kan mendaki gunung harus dipersiapkan matang, perlengkapan dan perlatan, kasihan juga sih melihatnya, tapi saya pura-pura cuek untuk memberikan pelajaran kepada dia, gak boleh sok jago naik gunung. Saya terus saja berlalu, dia terlihat melanjutkan lagi perjalanan di belakang saya, wah nekat juga nih orang, botol air sudah kosong ditengah terik matahari dan trek menanjak tajam berkerikil. Sementara cheppy masih tertinggal dibelakang saya, tapi masih kelihatan sama saya.
<a href=”https://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6531.jpg”><img class=”aligncenter size-medium wp-image-423″ src=”http://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6531.jpg?w=300″ alt=”SAM_6531″ width=”300″ height=”225″ /></a>
Ditengah jalan saya berhenti untuk menunggu cheppy, dan si laki-laki berbadan tegap dan botol kosong aquanya terlihat berhenti juga setelah berhasil menyusul saya, ngobrol-ngobrol dia nanya sumber air masih jauh ya ? lah loh katanya udah sering naik guntur tapi nanya ke saya yang baru kali ini naik guntur, hmmmm…ketauan deh ..,hahaha, saya jawab setau saya sumber air terakhir kan curug citiis, klihatannya doi mulai mengiba dan seperti basa-basi ingin minta air saya, hmmm…yang songong kayak gini nih harus diberi pelajaran, saya cuek aja tidak merespon basa-basinya, saya capcus lagi nanjak ngos-ngosan, dan doi udah gak ngikutin, saya berhenti lagi menunggu cheppy, dan tanya cheppy ketemu sama laki-laki bawa tas selempang, cheppy menjawab doi turun ke bawah. Hehehe…akhirnya nyerah juga tuh orang, belagu sih. Biarin ini pelajaran buat dia.
Sekitar pukul 14.15 kami istirahat dulu untuk makan siang, sambil ngobrol-ngobrol. Cheppy yang pernah ke gunung rinjani lombok bilang track guntur maknyussss, persis seperti pelawangan di rinjani katanya, ngos-ngosan, diatas kertas aja tingginya Cuma 2.249 mdpl, tracknya bikin dengkul gemetar. Tak jarang kami berpapasan dengan pendaki yang belum sampai puncak sudah turun lagi karena kelelahan dan kehabisan air. Karena memang tracknya kemiringannya lebih dari 45 derajat, ditambah matahari membakar kulit. Jadi memang harus ekstra bawa air minum supaya tidak dehidrasi.
<a href=”https://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6527.jpg”><img class=”wp-image-421″ src=”http://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6527.jpg?w=300″ alt=”SAM_6527″ width=”280″ height=”210″ /></a> Kemiringan Track Pendakian Gunung Guntur<img class=”wp-image-424″ src=”http://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6534.jpg?w=300″ alt=”SAM_6534″ width=”277″ height=”208″ /> Kemiringan Track Guntur
Pukul 14.45 perjalanan dilanjutkan dan pukul 15.30 WIB kami sampai di puncak I ternyata masih banyak pendaki yang nge-camp disini, ada sekitar 5 tenda lebih di puncak I.
<a href=”https://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6542.jpg”><img class=”wp-image-427″ src=”http://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6542.jpg?w=300″ alt=”SAM_6542″ width=”247″ height=”186″ /></a> Cheppy narsis dipuncak 1<a href=”https://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6547.jpg”><img class=”wp-image-429″ src=”http://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6547.jpg?w=300″ alt=”SAM_6547″ width=”249″ height=”187″ /></a> Shellter Puncak I<a href=”https://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6546.jpg”><img class=”wp-image-428″ src=”http://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6546.jpg?w=300″ alt=”SAM_6546″ width=”249″ height=”187″ /></a> Kubangan Kawah Guntur
Kami bertemu rombongan dari jakarta yang kebetulan salah seorang dari mereka pernah mendaki ke puncak guntur, dan dia bilang masih ada puncak 2, 3, dan 4.
Wow… masih ada lagi toh yang tinggi, saya dan cheppy sepakat untuk melanjutkan perjalanan ke puncak selanjutnya, dari puncak I ke puncak 2 sekitar 30 menit, dan ditempuh dengan melewati bekas kubangan luas kawah guntur yang terlihat sudah tidak aktif lagi karena sudah berwarna hijau lebat oleh pohon dan rumput, dalam perjalanan ke puncak 2 tanjakannya super nanjak melewati tanah gembur berasap dari panas bumi gunung guntur, sampai juga dipuncak 2 saya dan cheppy istirahat dipuncak 2 bersama rombongan yang dari jakarta.
<a href=”https://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6551.jpg”><img class=”wp-image-430 size-medium” src=”http://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6551.jpg?w=300″ alt=”Track ke puncak II” width=”300″ height=”225″ /></a> Track ke puncak II<img class=”wp-image-431 size-medium” src=”http://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6556.jpg?w=300″ alt=”SAM_6556″ width=”300″ height=”225″ /> Track ke puncak 2<img class=”wp-image-435″ src=”http://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6593.jpg?w=225″ alt=”SAM_6593″ width=”170″ height=”227″ /> Tugu GPS Guntur<img class=”wp-image-434 size-medium” src=”http://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6591.jpg?w=300″ alt=”SAM_6591″ width=”300″ height=”225″ /> Narsis dulu ditugu GPS<img class=”wp-image-433 size-medium” src=”http://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6577.jpg?w=300″ alt=”SAM_6577″ width=”300″ height=”225″ /> View terhalang kabut
Disini pemandangan lebih indah dibanding puncak I, di hadapan kami terlihat puncak 3 yang berdiri angkuh. Kami pun sepakat untuk cukup sampai di puncak 2 saja karena hari sudah mulai gelap dan berkabut dan sunset tidak terlihat sama sekali, kami pun mendirikan tenda dan mulai memasak air panas untuk menyeduh kopi dan memasak makanan.
<a href=”https://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6560.jpg”><img class=”aligncenter size-medium wp-image-432″ src=”http://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6560.jpg?w=300″ alt=”SAM_6560″ width=”300″ height=”225″ /></a>
Pukul 18.00 makanan sudah matang semua, menunya yaitu sayur sup dan cape gendot, plus orek tempe. Acar selanjutnya yaitu menyantap makanan. Selesai makan kami pun mengobrol-ngobrol ringan sambil melihat pemandangan kota garut dari puncak guntur, walaupun pemandangan kadang-kadang terhalang kabut, tapi terlihat bintang sangat dekat diatas langit. Pukul 20.00 WIB kabut semakin pekat dan angin semakin besar, akhirnya pukul 21.00 WIB kami pun memutuskan untuk tidur karena besok harus melanjutkan perjalanan ke gunung papandayan.
Pukul 04.45 WIB, saya bangun hujan terlihat sangat deras diluar tenda, saya mengeluarkan galon 5 liter untuk menampung air hujan lumayan buat nambah stok persediaan air yang tinggal sedikit lagi. Hujan terus berlanjut sampai pukul 09.30 WIB alhasil no sunset no sunrise. Cuaca gunung guntur tak bersahabat kali ini. Setelah masak dan beres-beres kami memutuskan untuk turun pukul 11.00 WIB.
Track turun lumayan merepotkan karena sangat curam dan licin berkerikil, beberapa kali saya dan cheppy harus ngesot agar tidak tergelincir.
<a href=”https://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6595.jpg”><img class=”wp-image-436 size-medium” src=”http://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6595.jpg?w=300″ alt=”SAM_6595″ width=”300″ height=”225″ /></a> turun<a href=”https://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6612.jpg”><img class=”wp-image-437″ src=”http://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6612.jpg?w=225″ alt=”SAM_6612″ width=”166″ height=”221″ /></a> Ngesot
Pukul 12.45 kami sampai di curug citiis, istirahat sejenak sampai pukul 13.30 WIB.
<a href=”https://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6645.jpg”><img class=”wp-image-438 size-medium” src=”http://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6645.jpg?w=300″ alt=”SAM_6645″ width=”300″ height=”225″ /></a> Curug Citiis
Kemudian dilanjutkan menuju perkampungan melewati tambang dengan jalan kaki, kemudian setelah jalan sekitar 45 menit menebeng mobil truk yang kebetulan lewat. Pukul 14.30 kami sampai di basecamp, lapor dan ngobrol-ngobrol dengan pak kuncen. Foto-foto dan pukul 15.00 WIB lanjut perjalanan menuju cisurupan gunung papandayan.
<a href=”https://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6681.jpg”><img class=”wp-image-440 size-medium” src=”http://bapet.files.wordpress.com/2014/05/sam_6681.jpg?w=300″ alt=”SAM_6681″ width=”300″ height=”225″ /></a> With Kuncen Gunung Guntur
bersambung ke chapter trip to gunung guntur – papandayan (scene 2) – udah ngantuk …hehehe